Friday, November 14, 2014

Workshop on Basic Ozon Therapy 2014 Jakarta, Klinik Terapi Ozon



Alat Ozon, Klinik Terapi Ozon, Ozon Generator, Ozon Terapi, Terapi Ozon, Terapi Ozon Di Jakarta, Therapy Ozon, Therapy Ozone, Alat Therapy, Fungsi Terapi Ozon

PERTOZI ( Perhimpunan Dokter Seminat Terapi Ozon Indonesia) pada tanggal 14, 15, dan 16 November 2014 mengadakan Workshop on Basic Ozon Therapy 2014 di RSPAD Jakarta



Banyak hal menarik mengenai OZON yang diungkap di Workshop ini, misalnya:
  • Ozon bereaksi sesegera mungkin bila dilarutkan dalam cairan biologis, misalnya; Garam Fisiologis, Plasma (cairan darah), getah bening, urine, Cairan Vagina, Cairan Pada Usus, Keringat, Antioksidan, Protein, Karbohidrat, dan Asam Lemak Tak Jenuh (FUFA) pada membran sel.
  • Terapi Ozon mengaktifkan antioksidan ENDOGEN, yaitu Glutathion Peroksidase, SOD (Superoxide Dismutase), Catalase
    • SOD adalah enzim yang meregenerasi sel-sel tubuh kita dan meminimalkan kerusakan sel tubuh tersebut. Kerusakan sel tubuh kita ini biasanya disebabkan Superoksida, Radikal Bebas (hanya terdiri dari satu elektron, tidak ada pasangannya, sehingga sangat tidak stabil).  
    • Sedangkan Glutathion Peroksidase berperan penting dalam MELINDUNGI sel. mencegah lipid membran dan unsurunsur sel lainnya dari kerusakan oksidasi
  • Terapi Ozon pada pasien diabetes dapat menurunkan kadar gula dalam darah.
  • Merusak sel kanker tanpa merusak sel sehat lainnya
  • Membunuh jamur, bakteri, baik untuk kesehatan vagina (contoh keputihan)


  • Salah satu pembicara pada Workshop on Basic Ozon Therapy 2014 di RSPAD Jakarta, yaitu dr. Lenny Tan mengatakan bahwa Terapi Ozon dengan dosis yang tepat, tidak terlalu banyak tidak terlalu sedikit dapat membawa manfaat bagi para pasien. Beliau mengatakan sangat disayangkan Negara Tiongkok yang terkenal dengan pengobatan ketimurannya, ternyata sudah menerapkan Pengobatan dengan Metode Terapi Ozon lebih dari 10 tahun yang lalu. Bahkan Terapi Ozon sendiri sudah dinikmati oleh kurang lebih 50,000 pasien setiap tahunnya.
  • dr. Lenny Tan pun mengatakan bahwa, di banyak jurnal medis Terapi Ozon diterapkan dengan tingkat keberhasilannya yang tinggi pada Pasien dengan Keluhan Syaraf Kejepit, dan Hepatitis B. Berita gembira pula untuk pasien yang sudah mengalami Drug Resistant. Terapi Ozon dapat membantu pasien dengan keluhan Drug Resistant, dimana obat-obat sudah tidak berpengaruh kepada tubuhnya.
Sangat disayangkan di Indonesia belum banyak dokter yang mempraktekkan Terapi Ozon. Diharapkan dengan diselenggarakan Workshop on Basic Ozon Therapy 2014 di RSPAD Jakarta ini dapat membuat Terapi Ozon berkembang di Indonesia.

Perlu diketahui bahwa Terapi Ozon adalah terapi yang telah diterima oleh IDI, dan telah disahkan
Di hotel Shangri-La Jakarta, untuk ijin pengoperasian terapi ozon dalam lingkungan wilayah DKI Jakarta dengan surat IDI Wilayah Jakarta no. 465/K/IV/03. 

Sebenarnya terapi ozon di Indonesia sudah lama digunakan (sejak 1992) sebagai terapi komplementer/alternatif dan suportif.

Jadi Anda tidak perlu takut dan khawatir untuk melakukan Terapi Ozon, aman, nyaman, serta bermanfaat untuk tubuh kita. 



Berikut tayangan video singkat penuturan dr. Lenny Tan mengenai berkembang pesatnya terapi ozon di Tiongkok:













0 komentar:

Post a Comment